4. Kemudahan akses konten seksual
Teknologi yang semakin maju membuat banyak orang mudah untuk mengakses berbagai media sosial atau situs internet. Karena inilah, tak dipungkiri jika seseorang bisa dengan mudah mengakses konten seksual yang membuat mereka kecanduan.
5. Masalah pribadi
Seseoang juga bisa lebih berisiko terkena hiperseks jika memiliki masalah pada penyalahgunaan narkoba, kecanduan alkohol, kondisi mental yang tidak baik, konflik keluarga, atau adanya riwayat pelecehan fisik maupun seksual.
Laman Mayo Clinic juga menjelaskan mengenai ciri-ciri seseorang yang mengalami hiperseks. Penderita hiperseks biasanya memiliki dorongan seksualitas atau fantasi yang berulang seolah hal tersebut terjadi di luar kendali.
Fantasi seksual tersebut bisa berupa pornografi dan atau masturbasi kompulsif. Ketika melakukannya, penderita tidak akan merasa tertekan. Namun, setelahnya, mereka akan merasa malu dan menyesal.
Biasanya mereka melakukan hal tersebut sebaggai pelarian dari masalah mental lain, seperti depresi, kesepian, kecemasan, dan stres.
(Vivin Lizetha)