Apa Kepanjangan dari Blitar? Ternyata Begini Kisah di Baliknya

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Minggu 12 Maret 2023 14:01 WIB
RTH Taman Pecut Blitar, Jawa Timur (Foto: Dok. Nurkayati Hanin)
Share :

MENGULAS apa kepanjangan dari Blitar yang tak banyak orang tahu memang menarik. Salah satu kota yang ada di Jawa Timur ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata terbaik.

Tak hanya terkenal dengan kampung Cokelat dan kawasan wisata alam Rambut Monte, Blitar juga terkenal dengan wisata sejarahnya, yakni makan Bung Karno.

Kota ini memang lekat akan sejarah kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA).

Kota ini dijuluki dengan Kota PATRIA. Kata tersebut rupanya disusun dari kata PETA, yang diambil dari legenda Soedanco Soeprijadi yang memimpin pemberontakan satuan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar pada zaman penjajahan Jepang. Kemudian disambung dengan kata Tertib, Rapi, Indah, dan Aman.

Jauh sebelum sejarah kemerdekaan, kawasan ini telah ada sejak zaman kerajaan. Namanya sendiri merupakan akronim dari suatu peristiwa.

Lantas, apa kepanjangan dari Blitar yang tak banyak orang tahu? Berikut ulasan selengkapnya sebagaimana Okezone rangkum dari berbagai sumber.

Kepanjangan Blitar

Melansir dari laman resmi Kota Blitar, dulunya kota ini merupakan hamparan hutan perawan yang belum terjamah manusia.

Nilasuwarna atau Gusti Sudomo, anak dari Adipati Wilatika Tuban diyakini sebagai tokoh yang membabat habis hutasn tersebut.

Sebagai kepercayaan Kerajaan Majapahit, ia diperintahkan untuk menumpas pasukan Tartar yang sembunyi di hutan selatan (kawasan Blitar dan sekitarnya). Pasukan ini ditumpas lantaran kerap melakukan pemberontakan kepada Kerajaan Majapahit.

Lantaran mampu mengemban tugas dengan baik, Nilasuwarna dihadiahi mengelola kawasan tersebut. Ia pun juga diberi gelar Adipati Ariyo Blitar I dan kawasan tersebut dinamakan Balitar (Bali Tartar).

Nama tersebut sebagai tanda atau pengingat untuk mengenang keberhasilannya menaklukkan hutan tersebut. Kendati begitu, belum ada yang tahu secara pasti alasan perubahan nama dari kata Balitar menjadi nama Blitar yang eksis hingga kini.

Namun ada versi lain dari kepanjangan Blitar, yakni 'Bhumi Laya Ika Tantra Adi Raja', yang berarti bumi tempat pusara raja-raja agung. Sebab, konon katanya selain makan dari tokoh proklamator Bung Karno, di sana juga terdapat makam dari pendiri Kerajaan Singasari dan Majapahit, Ken Arok.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya