MENJELANG tidur, tak sedikit orang yang melamun. Biasanya memikirkan kejadian yang terjadi sepanjang hari atau merencanakan hal keesokan harinya.
Apapun alasannya, sebenarnya banyak orang suka melamun saat sedang sendirian. Namun, melamun biasanya kerap dikaitkan dengan kebiasaan buruk.
Salah satu mitos yang beredar adalah terkait larangan melamun agar tidak ‘kesambet setan’ alias kerasukan jin. Meskipun belum bisa dibuktikan secara ilmiah, mitos ini cukup berkembang di kalangan masyarakat Indonesia.
Namun, ternyata kebiasaan melamun memiliki manfaat loh! Ya, melamun ternyata dipercaya bermanfaat untuk kesehatan mental.
Loh, kok bisa? Apa hubungannya? Berikut ulasannya, dikutip dari Verywellmind.
Berdasarkan data kesehatan yang dipublikasikan oleh Walden University, menyebut bahwa melamun terbukti bermanfaat mengurangi stres dan kecemasan yang berpengaruh terhadap kesehatan mental.
Nah, berikut ini beberapa manfaat lain dari melamun untuk kesehatan mental:
1. Memberi relaksasi pikiran
Lewat melamun, Anda bisa sejenak mengabaikan huru-hara dunia luar dan membiarkan pikiran mengalir dengan bebas. Hal ini dapat mendorong relaksasi mental dan eksplorasi. Ketika pikiran mengalir seperti ini, Anda akan berada dalam kondisi yang disebut gelombang alfa.
Ketika berada di zona alfa, Anda akan merasa tenang dan tidak memikirkan apapun. Istirahat dengan melamun tidak hanya menyenangkan tetapi juga diperlukan.
2. Membantu memecahkan masalah
Melamun juga dinilai dapat membantu seseorang memecahkan masalah dengan membiarkan pikiran mengembara yang dapat merevitalisasi diri. Setelah melamun, Anda dapat kembali ke akar permasalahan dengan pikiran lebih segar.
BACA JUGA:
Selain memiliki perspektif yang segar, melamun tampaknya bekerja lebih baik ketimbang mencoba memaksakan solusi. Pengembaraan pikiran itu penting dan baik untuk kesehatan mental karena merupakan proses kognitif yang juga akan membantumu melahirkan ide-ide baru.
Meskipun seperti tidak melakukan apa-apa, dengan membiarkan pikiran melamun, Anda ternyata dapat memecahkan masalah. Meski begitu, di balik manfaatnya untuk kesehatan mental, melamun tetap saja bisa meningkatkan pada risiko lain. Seperti misalnya overthinking atau justru ketika lamunan menjadi realitas seperti kondisi maladaptive daydreaming.
BACA JUGA:
Overthinking terjadi ketika kita justru memikirkan hal-hal yang belum terjadi dan memicu stres. Sedangkan maladaptive daydreaming terjadi ketika seseorang terlalu larut dalam lamunannya sehingga kehidupan dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.