"Virus flu burung clade 2.3.2.1c, merupakan strain endemik di wilayah tersebut. Ini adalah strain yang sama mengakibatkan sejumlah infeksi pada manusia pada tahun 2013 dan 2014 di Kamboja, dan terdeteksi secara berkala pada unggas sejak saat itu, termasuk pada ayam di pasar unggas hidup," keterangan dalam nature
Sehubungan dengan itu, Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat agar selalu melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melaporkan kepada dinas peternakan apabila ada kematian unggas secara mendadak, dan dalam jumlah yang banyak di lingkungannya.
Kemudian, segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu burung dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko. Hal ini bentuk kewaspadaan mengingat mutasi virus yang cepat dan konsisten pada mamalia, sehingga virus memiliki kecenderungan zoonosis dan berpotensi menyebar ke manusia.
(Martin Bagya Kertiyasa)