Melihat dari Dekat House of Lay, Bangunan Bersejarah Warisan China di Pulau Bangka

Antara, Jurnalis
Selasa 07 Maret 2023 04:46 WIB
House of Lay, jejak sejarah warisan China di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Foto: Instagram/@alalenoh)
Share :

Kebijakan mendatangkan orang-orang Tionghoa tersebut secara resmi dilakukan oleh Sultan Mahmud Badarudin I Jayo Wikramo tahun 1724-1757. Ia mendatangkan orang-orang Tionghoa atau China untuk dipekerjakan di parit-parit penambangan timah di Bangka.

Kebijakan mendatangkan orang Tionghoa kemudian terus berlanjut sampai penjajahan Inggris. Namun, Inggris mendatangkan orang Tionghoa langsung dari daratan China, yakni langsung dari Kanton, sementara Belanda sejak tahun 1816 mendatangkan orang-orang Tionghoa dari Provinsi Guangxi, China Selatan.

(Foto: Instagram/@alalenoh)

Umumnya ada dua suku besar yakni Khek atau Hakka dan Hokmian atau di Bangka biasa disebut Hoklo.

"Karena umumnya pekerja tambang yang datang yakni laki-laki, mereka menikah dengan perempuan pribumi di Bangka dan lahirlah peranakan-peranakan Bangka. Proses asimilasi dan akulturasi antara pribumi Bangka, orang Tionghoa dan melayu itulah yang membentuk orang Bangka sekarang," tuturnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya