PENEMUAN kasus flu burung di Kamboja sempat menghebohkan dunia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong setiap orangtua dan anak bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) menjelaskan, PHBS menjadi kunci bisa meminimalisir terjadinya penularan virus burung (H5N1) ke manusia. Menurutnya, penularan virus flu burung ke manusia yang terjadi di Kamboja dikatakan masih dalam penyelidikan.
"Saya kira flu burung masih belum tahu, penyelidikan semua penyakit infeksi yang terkait seperti ini (flu burung) tatalaksana awalnya itu PHBS. Perilaku hidup bersih dan sehat, ajarkan itu, dan tingkatkan imunitas," jelas dr Piprim kepada media.
Apa yang disampaikan senada dengan ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman bahwa pencegahan untuk flu burung, dimulai dari protokol kesehatan seperti masker sampai kebersihan diri dan kandang.
Dicky juga mengimbau penggunaan baju plastik atau pelindung diri saat memasuki kandang. Serta selalu mencuci tangan, bahkan mandi setelah berinteraksi dengan unggas, ataupun berkunjung ke kandang.
BACA JUGA:Kasus Flu Burung Ditemukan di Kalsel, Menkes Budi: Semoga Enggak Terjadi Penularan ke Manusia
"Upaya bisa dicuci dengan sabun setelah melakukan pekerjaan kontak dengan burung bisa mandi. Sebelum melakukan pekerjaan aktivitas lain itu yang harus dipahami," imbuh Dicky.