Selain itu, ribuan peserta juga diminta untuk melaporkan indeks massa tubuhnya, laporan konsumsi alkohol, apakah merokok atau tidak berapa jam durasi menonton TV, apakah mengidap diabetes dan juga apakah sebelumnya pernahdidiagnosis dengan depresi klinis.
Hasilnya, selama penelitian, sebanyak 246 kasus depresi ditemukan dan yang mengakami depresi termasuk 66 pria (27 persen kasus) dan 180 wanita (73 persen kasus).
BACA JUGA:
Disebutkan lebih lanjut, pada kelompok yang makan makanan olahan, membuat setidaknya 31 persen hingga 82 persen lebih mungkin didiagnosis dengan depresi selama penelitian, jika dibandingkan dengan orang-orang yang hanya makan paling sedikit makanan super olahan (kurang dari 16 persen) dari menu makan hariannya.
Namun penting dicatat, penelitian ini mengandalkan data yang dilaporkan oleh para peserta sendiri, sehingga beberapa kesimpulan mungkin tidak sepenuhnya bisa akurat.
(Rizky Pradita Ananda)