TAMPILAN anak balita memakai headset saat menonton video, atau anak-anak usia sekolah dasar yang sudah aktif menggunakan headset untuk keperluan mendengar musik, main, game hingga bermai media sosial saat ini bukan pemandangan yang aneh.
Justru, di jaman canggih dan modern seperti sekarang. Pemandangan anak-anak yang usianya masih dini namun sudah melek gawai dan perangkatnya, termasuk headshet jadi salah satu teknologi yang susah lepas juga dari hidup anak-anak.
Namun, jika ditelisik dari faktor kesehatan telinga, apakah bayi atau anak-anak usia sekolah dasar ini sudah boleh mengenakan alat seperti headset? Apakah aman untuk gendang telinganya yang masih sangat sensitif?
Diterangkan dr. Yussy Afriani Dewi, Sp.THT-KL, Ahli Kesehatan Telinga, pemakaian alat seperti headset memang memiliki risiko bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Hal ini, ia katakan begitu dipengaruhi oleh faktor intensitas dan volume suara yang keluar dari headset.
"Kalau ditanya berapa usia ideal (boleh) pakai headset, itu bukan soal masalah usianya. Tapi frekuensi dan intensitas pemakaiannya," jelas dr. Yussy dalam Webinar Hari Pendengaran Sedunia 2023 di Jakarta, baru-baru ini.
Pemakaian headset, dikatakan Dr. Eva Susanti, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan , cukup aman apabila dipakai dengan volume suara maksimal 60 persen.
Bukan hanya intensitas paparan suara, tapi juga durasi waktu pemakaian harus sangat diperhatikan. Dalam sehari, pemakaian headset cukup 60 menit dan tak boleh lebih per harinya.