Dalam kesempatan yang sama, ia juga menambahkan bahwa Jepang tidak bisa menunggu lebih lama lagi dalam menyelesaikan masalah angka kelahirannya yang rendah. Fumio bahkan membentuk bandan khusus untuk menangani masalah ini dan menambah biaya penanganan yang berhubungan dengan anak menjadi dua kali lipat.
Namun ternyata uang tak dapat menyelesaikan lingkaran setan masalah kelahiran di Jepang. Ada banyak faktor lain yang membuat masalah ini terus berlanjut hingga sekarang.
BACA JUGA: Ternyata, Ini Penyebab Jepang Alami Resesi Seks Terus Menerus
BACA JUGA: Resesi Seks, Ini 15 Negara yang Warganya Ogah Punya Anak!
"Biaya hidup yang tinggi di Jepang, ruang yang terbatas, dan kurangnya dukungan pengasuhan anak di kota-kota membuat sulit untuk membesarkan anak, yang berarti semakin sedikit pasangan yang memiliki anak. Pasangan perkotaan juga seringkali jauh dari keluarga besar di daerah lain, yang bisa membantu memberikan dukungan," ungkap laporan CNN Editon.
(Vivin Lizetha)