Simak! Inilah Alasan Kenapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak

Cahyo Yulianto, Jurnalis
Jum'at 03 Maret 2023 15:00 WIB
Kereta api. (Foto: Humas PT KAI)
Share :

MENGUAK alasan kenapa kereta api tidak bisa berhenti mendadak. Kereta api merupakan transportasi massal yang paling banyak diminati masyarakat karena tarifnya lebih murah dan bebas macet.

Kereta api memiliki jalur khusus atau jalur cepat. Dengan adanya jalur khusus, kereta api dapat melaju kencang hingga kecepatan 120 kilometer per jam.

Namun, meski memiliki kecepatan yang tinggi, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Kereta memerlukan jarak tertentu untuk dapat berhenti secara sempurna terhitung sejak tuas rem ditarik.

 BACA JUGA:Sejarah Stasiun Karawang Peninggalan Belanda yang Masih Berfungsi Layani Kereta Api

Penyebab kereta tidak dapat berhenti mendadak adalah karena panjang dan bobot kereta. Hal ini disebabkan karena bobot kereta yang dapat mencapai ribuan ton memerlukan energi yang besar agar dapat menghentikan lajunya.

 

Mengutip dari minnesotasafetycouncil.org, kereta barang yang dapat memiliki panjang rangkaian hingga 90 gerbong yang melaju dengan kecepatan 55 mil per jam membutuhkan jarak lebih dari satu mil atau 1,6 kilometer untuk dapat berhenti sempurna sejak tuas rem ditarik

Kereta penumpang dengan panjang delapan gerbong yang melaju dengan kecepatan 80 mil per jam membutuhkan jarak sekitar satu mil untuk berhenti sejak tuas rem ditarik.

 BACA JUGA:Kereta Api Gajayana : Sejarah, Rute, dan Harga Tiket

Dikutip dari statesman.com, selain karena bobot, ada banyak faktor lain yang mempengaruhi pengereman kereta.

Diantaranya adalah kecepatan saat rem diinjak, kemiringan lintasan, cuaca, penundaan rem, metalurgi roda dan rel yang menyebabkan gesekan.

Rem kereta bekerja karena tekanan udara. Setiap gerbong pada rangkaian kereta memiliki pipa yang mengalir di sepanjang kaki rodanya. Pipa itu dihubungkan dengan yang ada pada gerbong lainnya.

Sebelum kereta berangkat, sistem pipa itu diberi tekanan hingga 90 psi. Saat tuas rem ditarik dalam keadaan normal, sebagian udara pada pipa itu keluar dan masuk ke dalam silinder rem yang terpasang. Hal ini akan mendorong bantalan rem ke roda di seluruh kereta.

 

Saat melakukan pengereman darurat, tekanan itu akan turun dari 90 menjadi nol. Hal ini merupakan pengereman yang sangat keras. Namun tetap saja, hal itu akan membutuhkan waktu hingga seluruh silinder pada seluruh kereta tertekan dan menghentikan kereta.

Itulah alasan kenapa kereta tidak bisa berhenti mendadak.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya