MENGUAK alasan kenapa kereta api tidak bisa berhenti mendadak. Kereta api merupakan transportasi massal yang paling banyak diminati masyarakat karena tarifnya lebih murah dan bebas macet.
Kereta api memiliki jalur khusus atau jalur cepat. Dengan adanya jalur khusus, kereta api dapat melaju kencang hingga kecepatan 120 kilometer per jam.
Namun, meski memiliki kecepatan yang tinggi, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Kereta memerlukan jarak tertentu untuk dapat berhenti secara sempurna terhitung sejak tuas rem ditarik.
BACA JUGA:Sejarah Stasiun Karawang Peninggalan Belanda yang Masih Berfungsi Layani Kereta Api
Penyebab kereta tidak dapat berhenti mendadak adalah karena panjang dan bobot kereta. Hal ini disebabkan karena bobot kereta yang dapat mencapai ribuan ton memerlukan energi yang besar agar dapat menghentikan lajunya.
Mengutip dari minnesotasafetycouncil.org, kereta barang yang dapat memiliki panjang rangkaian hingga 90 gerbong yang melaju dengan kecepatan 55 mil per jam membutuhkan jarak lebih dari satu mil atau 1,6 kilometer untuk dapat berhenti sempurna sejak tuas rem ditarik
Kereta penumpang dengan panjang delapan gerbong yang melaju dengan kecepatan 80 mil per jam membutuhkan jarak sekitar satu mil untuk berhenti sejak tuas rem ditarik.
BACA JUGA:Kereta Api Gajayana : Sejarah, Rute, dan Harga Tiket
Dikutip dari statesman.com, selain karena bobot, ada banyak faktor lain yang mempengaruhi pengereman kereta.
Diantaranya adalah kecepatan saat rem diinjak, kemiringan lintasan, cuaca, penundaan rem, metalurgi roda dan rel yang menyebabkan gesekan.