Nyeri ini kemudian bisa saja berkembang, disertai dengan pembengkakan dan warna kemerahan.
Mengapa nyeri lehernya bisa berbeda? Dilansir dari Halodoc, yang sudah ditinjau secara medis oleh dr. Rizal Fadli, disebutkan karena penyebabnya berbeda, sehingga kondisi nyeri pun akan berbeda pula.
(Perbedaan Nyeri Leher akibat Kolesterol dan Asam Urat, Foto: Shutterstock)
Sakit pada leher sebagai tanda kolesterol tinggi muncul, karena terjadinya penumpukan lemak pada pembuluh darah leher. Penumpukan lemak mengakibatkan peredaran darah menjadi terhambat, karena pembuluh darah menjadi lebih sempit karena tumpukan lemak berubah jadi plak.
BACA JUGA:4 Gejala Anda Punya Diabetes Borderline
BACA JUGA:Apa Itu ODGJ? Ini Gejala, Jenis dan Penyebabnya, Cek di Sini!
Sementara nyeri, misalnya pada leher di pengidap asam urat itu timbul karena kadar purin yang tinggi dalam tubuh pengidapnya. Saat kadar purin terlalu tinggi, purin akan menumpuk dan tersebar lewat darah ke titik-titik tertentu tubuh. Salah satunya mengakibatkan rasa tidak nyaman, atau sakit pada leher.
(Rizky Pradita Ananda)