HINGGA kini penyakit kanker masih jadi momok menakutkan sebab selama ini menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Menurut data Kemenkes tahun 2022, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia adalah sebesar 136 orang per 100.000 penduduk atau berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara. Faktor yang menyebabkan tingginya risiko kanker pun beragam, salah satunya karena berat badan yang berlebih.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato-Onkologi, dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD - KHOM menjelaskan, ketika seseorang berat badannya cenderung naik dan menjadi gemuk, lemak dalam tubuhnya menjadi lebih banyak sehingga bisa meningkatkan risiko terkena kanker.
Namun, dr.Jeffry juga menegaskan, orang yang kurus juga bisa terkena kanker jika tak memperhatikan pola hidupnya atau memang ada faktor keturunan.
"Kanker yang pertama adanya faktor genetik atau keturunan terutama payudara, ovarium, atau usus besar ada faktor genetik di dalamnya,"ungkap dr.Jeffry saat dijumpai di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Saya selalu selalu bilang, memang (orang gemuk) dapat meningkatkan risiko tapi bukan berarti orang kurus tidak kena kanker, tapi yang gemuk lebih tinggi resikonya karena ada faktor hormonal dimana pada saat gemuk, lemaknya lebih banyak. Penelitian menunjukkan orang yang gemuk dan berat badannya naik, cenderung lebih tinggi resikonya," sambungnya.
BACA JUGA:6 Orang yang Paling Berisiko Kena Kanker Paru, Salah Satunya Perokok
dr. Jeffry juga mengungkap bahwa dirinya memperhatikan betul para pasien kanker yang ditanganinya agar berat badannya tak cenderung naik mengingat dirinya tak pernah memberikan pantangan selama pengobatan kanker, terutama saat pasiennya harus menjalani kemoterapi agar pasiennya tetap semangat menjalaninya.