JELANG peringatan Hari Pendengaran Sedunia, yang jatuh tiap tanggal 3 Maret setiap tahunnya. Hari ini, Kementerian Kesehatan membeberkan sederet fakta terkait kesehatan alat pendengaran.
Disampaikan langsung Direktur P2PTM Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Eva Susanti, sekitar 5.200 bayi terancam tuli sejak lahir.
"Setiap tahunnya diperkirakan ada 5.200 bayi lahir tuli di Indonesia, yang berisiko alami hambatan dalam proses belajar-mengajar dan kemampuan bicara," kata Eva saat gelaran Konferensi Pers Hari Pendengaran Sedunia 2023, Rabu (1/3/2023)
Menurut Data Riset Kesehatan Dasar 2018 juga memperlihatan bahwa, angka prevalensi gangguan pendengaran pada penduduk berusia 5 tahun ke atas di Indonesia mencapai sebesar 2,6 persen.
Merujuk pada angka prevalensi di atas, dengan kata lain, 2 sampai 3 dari 100 orang berusia di atas 5 tahun di Indonesia itu mengalami gangguan pendengaran. Eva menjelaskan, angka ketuliannya mencapai 0,09 persen.
Mirisnya, kondisi ini menjadi semakin membuat cemas karena, seperti diungkap dr. Damayanti Soetjipto, Sp.THT-KL(K), sampai saat ini pemerintah belum memfasilitasi penyediaan alat implan Koklea yang diperuntukan sebagai alat bantu dengar untuk bayi baru lahir dengan tuli berat.