Pada kesempatan yang sama, Prof. dr. Sultana MH Faradz, profesor Bidang Genetika Medik mengungkapkan ia pribadi di Hari Penyakit Langka Sedunia ini berharap, waktu tunggu diagnosis yang panjang bisa dipersingkat. Ini bermanfaat untuk mempengaruhi meningkatkan angka harapan hidup penderita.
"Untuk menegakkan diagnosis, tak jarang butuh waktu 20 tahun lamanya. Tapi, kini dengan perkembangan teknologi, kami berharap penegakkan diagnosis bisa dipersingkat. Sehingga kualitas hidup anak bisa lebih baik karena perawatan dan pengobatan tepat sesuai diagnosisnya," ungkap Prof Sultana.
"Semakin awal diagnosa bisa ditegakkan, semakin tinggi harapan hidup pasien. Sehingga anak bisa hidup selayaknya manusia normal," pungkas Prof Sultana.
(Rizky Pradita Ananda)