Korsel 2 Kali Pecahkan Rekor Kesuburan Terendah di Dunia, Ini Alasan Warganya Childfree!

Vivin Lizetha, Jurnalis
Kamis 23 Februari 2023 11:12 WIB
Korsel kembali pecahkan rekor kesuburan terendah di dunia. (foto: Unsplash)
Share :

KOREA Selatan kembali memecahkan rekornya sendiri sebagai negara dengan tingkat kesuburan terendah. Setelah tahun sebelumnya menjadi negara nomor satu dengan kelahiran terkecil di dunia, tahun ini pun Korea tak ingin beranjak.

Bahkan jumlah bayi per wanita Korea yang sebelumnya berada di angka 0,81, malah semakin turun menjadi 0,78. Data ini diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Korea pada Rabu (22/2/2023) lalu.

 

Dikutip dari Aljazeera, ibukota Korea Selatan, Seoul menjadi kota dengan catatan angka kelahiran terendah. Yaitu sekitar 0,59. Kondisi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan terutama bagi perekonomian Korsel.

Mengingat jumlah anak muda produktif berkurang namun tanggungan kesejahteraan terhadap orang tua semakin meningkat. Jumlah pembayar pajak menjadi menyusut. Korsel bahkan masuk dalam 10 negara di dunia yang mengalami kekurangan tenaga kerja.

Lebih dari 200 miliar sudah digelontorkan pemerintah Korsel selama 16 tahun untuk menaikkan angka kesuburan tersebut. Namun tetap saja kondisi tak juga berbalik.

Diketahui ada beberapa penyebab terjadi kondisi resesi seks tersebut. Dalam laporan Aljazeera menyebutkan, banyak anak muda Korsel merasa tak wajib untuk berkeluarga.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan anak muda Korsel enggan untuk berumah tangga.

1. Ketidakpastian lapangan kerja

2. Perumahan yang mahal

3. Ketidaksetaraan gender dan sosial

4. Tingkat mobilitas sosial yang rendah

5. Biaya yang banyak untuk membesarkan anak dalam masyarakat yang kompetitif

6. Budaya patriarkal yang membuat perempuan terdiskriminasi di tempat kerja, sambil terus mengasuh anak.

Sudah ada beberapa program yang dilakukan pemerintahan presiden Yoon Suk-yeol untuk meningkatkan kelahiran di Korsel. Seperti dikutip dari Yonhap, pemerintah berjanji mendorong hilangnya diskriminasi di tempat kerja hingga berjanji menyediakan perumahan terjangkau dan lapangan kerja untuk kaum muda.

Program ini sudah dijalankan sejak Desember 2022 lalu. Diharapkan dapat menaikkan jumlah populasi Korsel yang turun di tahun 2021, sekitar 51,74 juta penduduk, agar tak terus menyusut seperti perkiraan yang ada.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya