Tapak pun telah menjadi target pengelolaan KLHK pada setiap kawasan konservasi di Indonesia, sehingga nantinya ada pengelolaan bersama semua fasilitas sarana prasarana yang ada di wilayah tersebut.
Komitmen pemerintah yang terwujud dalam penataan kawasan Pulau Rinca bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata Taman Nasional Komodo. Penataan kawasan itu dilakukan sejak tahun 2020-2022 dengan anggaran mencapai Rp113,85 miliar.
Presiden Jokowi mengatakan pembenahan Pulau Rinca ditujukan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke sana. Konservasi alam tentunya tetap diutamakan dalam kawasan tersebut. Dengan adanya banyak penataan infrastruktur di daerah pariwisata super prioritas itu ditargetkan minimal satu juta kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, berharap pemanfaatan sarana prasarana wisata alam dan edukasi di Pulau Rinca itu dapat menggaungkan bentuk ketegasan pemerintah dalam mempertahankan kelestarian lingkungan di mata dunia.
KLHK optimistis kehadiran Pulau Rinca sebagai wisata alam dan edukasi dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Taman Nasional Komodo sebagai warisan dunia UNESCO semakin dioptimalkan. Dengan demikian, kawasan konservasi dapat bermanfaat menjadi pusat-pusat pertumbuhan.
(Salman Mardira)