13 tahun beroperasi, pada 1900 tercatat telah ada delapan kereta yang berhenti di Stasiun Bekasi, di mana empat kali dari Jakarta-Karawang dan sebaliknya. Perjalanan dari Stasiun Jakarta ke Stasiun Bekasi juga memerlukan waktu sekitar 2 jam 15 menit.
Mengutip Wikipedia, Stasiun Bekasi pernah menjadi saksi bisu peristiwa sejarah di tepi Kali Bekasi. Dari stasiun ini para tentara Jepang yang ditawan disiksa di sungai tersebut pada 19 Oktober 1945.
Perwira angkatan laut Jepang kala itu, Laksamana Muda Maeda sangat gusar atas penyiksaan itu, meski akhirnya bisa memaafkan. Guna mengenang peristiwa bersejarah itu maka dibangunlah Monumen Peringatan Kali Bekasi.
Seiring berjalannya waktu, pada 1954 Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI) menetapkan Surat Keputusan DDKA Nomor 20493/BB/54 tanggal 16 Maret 1954 tentang klasifikasi stasiun menjadi 6 kelas, yakni Stasiun Besar, Stasiun Kelas 1, Stasiun Kelas 2, Stasiun Kelas 3, Stasiun Kelas 4, dan Stasiun Kelas 5.
Ini dimaksud guna menentukan fasilitas dan kondisi kebutuhan pengangkutan. Berdasarkan SK tersebut pula Stasiun Bekasi masuk dalam kategori stasiun kelas 4. Dan kini, stasiun yang ada di Jalan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi ini termasuk stasiun Besar B.
Itulah sejarah Stasiun Bekasi yang sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Semoga menambah wawasan Anda.
(Rizka Diputra)