Desa Wisata di Bromo Paparkan Rencana Pengembangan Pariwisata, Salah Satunya Budidaya Bunga Edelweis

Antara, Jurnalis
Senin 20 Februari 2023 17:00 WIB
Gunung Bromo (Foto: Instagram/@icarotakesphotos)
Share :

DALAM rangka mengembangkan pariwisata, sebanyak 9 desa wisata yang menjadi penyangga kawasan Bromo Tengger Semeru paparkan rencana program pengembangan desa wisata dalam acara Biannual Tourism Forum yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kesembilan desa penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu berasal dari 4 kabupaten sekitar yaitu: Kabupaten Malang (Desa Wisata Jeru, Wringinanom dan Poncokusumo), Kabupaten Pasuruan (Desa Wisata Tosari, Podokoyo dan Wonokitri), Kabupaten Probolinggo (Desa Wisata Wontoro dan Ngadisari) serta Kabupaten Lumajang (Desa Wisata Pasrujambe).

“Desa kami merupakan pintu masuk terakhir menuju kawasan Bromo dari Kabupaten Pasuruan. Dengan adat istiadat dan budaya Suku Tengger yang kuat, saat ini kami telah diizinkan untuk melakukan budidaya Bunga Edelweis yang merupakan tanaman endemik yang tumbuh di wilayah gunung dan dijaga serta dilindungi keberadaannya di kawasan Bromo Tengger Semeru. Budidaya ini sudah dimulai warga sejak tahun 2018 lalu. Wisatawan dapat membawanya sebagai penanda kenangan dari Wonokitri,” ujar Pujawasista, penggerak Desa Wisata Wonokitri.

Berlokasi tak jauh dari situ, masih dari Kabupaten Pasuruan, terdapat pula Desa Wisata Podokoyo yang menawarkan paket wisata berbeda, melalui Bromo Fun Tracking, Program Live in dengan Warga dan Camping Ground.

BACA JUGA:Jembatan Kaca Bromo, Solusi Rendahnya Masa Tinggal Wisatawan di Jawa Timur

“Ketiga aktivitas ini menjadi ikon desa kami. Podokoyo adalah desa pemegang juara pertama dalam bidang kerukunan beragama di Kabupaten Pasuruan dan merupakan salah satu desa pemangku hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” urai Witono, penggerak wisata Desa Wisata Podokoyo.

Tak kalah menarik, Desa Wisata Wiringinanom, yang menjadi pintu masuk wisata kawasan Bromo dari wilayah Kabupaten Malang, telah memiliki 8 paket wisata mulai dari wisata edukasi, budaya dan petualangan dengan menawarkan 30 homestay.

“Dalam perjalanan menuju kawasan Bromo, wisatawan bisa singgah dan bermalam, sambil menikmati pengalaman wisata di desa. Terdapat wisata favorit river tubing melintasi Sungai Amprong dan agro wisata petik jeruk yang akan memberi pengalaman unik dan berbeda bagi wisatawan,” ungkap penggerak wisata Desa Wringinanom, Galuh.

Perwakilan desa wisata penyangga Destinasi Prioritas Pariwisata (DPP) Bromo Tengger Semeru ini dengan antusias memaparkan program-program pengembangan pariwisata yang akan dijalankan melalui pendampingan yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Program Kampanye Sadar Wisata 5.0.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya