Sekitar tahun 2006 dan 2008, jumlah malpraktik di sana berkembang pesat, hingga akhirnya perekrutan pekerja dari Bangladesh dihentikan awal tahun 2009.
Mengutip VOA Indonesia, setelah menutup akses bagi tenaga kerja asing dari Bangladesh selama 4 tahun, Malaysia perlahan mulai membukanya pada tahun 2012, namun tetap dalam jumlah terbatas. Saat itu, pihak Malaysia membuka perekrutan pekerja sebanyak 10 ribu orang untuk area perkebunan.
(Foto: Cyber-RT)
Sayangnya, pembukaan kembali akses tersebut tidak berjalan baik, karena adanya pengaruh agen perekrutan yang memiliki kepentingan pribadi di kedua negara.
Melihat ketidakberesan itu, pemerintah Malaysia dan Bangladesh akhirnya memulai perekrutan pekerja dari Dhaka di bawah manajemen swasta hanya untuk tiga sektor, yaitu konstruksi, manufaktur, dan jasa. Seluruh proses rekrutmen pun akan dilakukan secara online.
(Rizka Diputra)