BADAN Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyoroti merebaknya wabah virus Marburg di negara-negara Afrika. Mulai dari Angola, Guinea Ekuatorial, hingga Kamerun yang baru saja mengumumkan dua kasus supek virus Marburg.
Sementara Guinea Ekuatorial, pada awal pekan ini diketahui melaporkan wabah virus Marburg di negaranya kepada WHO. Setelah sudah ada 9 angka kasus kematian akibat infeksi virus yang disebut-sebut mematikan dan mirip dengan Ebola tersebut, karena Marburg dan Ebola adalah anggota keluarga dari Filoviridae (filovirus).
Penyakit virus Marburg, Marburg Virus Disease (MVD) yang sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Marburg, disebut sebagai penyakit yang parah dan seringkali mengakibatkan dampak fatal pada manusia.
Saat terinfeksi virus yang dimulainya secara tiba-tiba tersebut, seseorang yang terinfeksi akan mulai mengalami demam tinggi dan sakit kepala parah, disertai dengan nyeri otot dan nyeri tubuh. Baru kemudian biasanya dimulai di hari ketiga, pasien akan mengalami diare parah, sakit perut dan kram, mual dan muntah.
Mengutip English Arabiya, Jumat (17/2/2023) dalam kasus infeksi virus Marburg yang fatal, kematian paling sering terjadi antara 8 dan 9 hari setelah timbulnya gejala pada pasien, biasanya diawali dengan kehilangan darah yang parah dan pasien mengalami syok.