SEPERTI halnya daerah di seluruh Indonesia, Riau juga memiliki aneka ragam upacara adat. Setiap upacara adat di kalangan masyarakat, tentu saja punya maksud dan makna positif.
Ada yang bertujuan untuk menunjukkan rasa syukur, ada pula yang mengamalkan nilai gotong royong. Berikut ini terdapat 5 upacara adat khas Riau yang perlu diketahui.
1. Tepuk Tepung Tawar
Upacara adat khas Riau berupa Tepuk Tepung Tawar biasa dilakukan pada acara pernikahan, khitanan, maupun ketika hendak menempati rumah baru. Proses melakukan upacara ini dengan menepukkan bedak pada punggung telapak tangan.
Kemudian, dilanjutkan lagi memercikan (merenjis) air mawar kepada seseorang yang bakal ditepuk tepung tawari. Mengutip dari laman Kemdikbud, merenjis sendiri digambarkan dalam bentuk lam alif atau bermakna Allah Berkehendak.
Setelah itu, upacara adat tepuk tepung tawar berlanjut pada menaburkan bunga rampai, beras kuning, dan beras putih ke seluruh badan. Tepuk Tepung Tawar punya makna mendalam sebagai wujud rasa syukur masyarakat Melayu atas nikmat Tuhan serta meminta doa restu agar tetap diberkahi.
(Foto: Instagram/@arturo_photography)
2. Basuh Lantai
Basuh Lantai merupakan upacara adat khas Riau yang terkenal di kalangan masyarakat Pulau Lingga. Upacara adat satu ini juga erat kaitannya dengan momen kelahiran.
Konon, masyarakat Lingga percaya, lantai itu sebenarnya ada penghuni berwujud makhluk halus. Untuk itu lantai perlu dibersihkan apabila terkena darah wanita yang melahirkan,
Basuh lantai sendiri baru dilaksanakan setelah bayi memasuki umur 44 hari. Di balik upacara adat satu ini, ada pula sebuah makna sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan lantaran proses kelahiran tak mengalami kesulitan.
3. Berinai Curi
Upacara adat bernama Berinai Curi cukup unik. Sesuai namanya, peralatan berinai pengantin pria bakal dicuri dari kediaman mempelai wanita.
Aksi ini dilakukan malam hari sekitar dua hari menjelang momen pernikahan. Makna dari berinai curi ini bisa sebagai penolak bala serta diyakini paras pengantin akan lebih bersinar.