Benteng Amsterdam, Saksi Awal Kedatangan Bangsa Eropa di Negeri Kaya Rempah

Antara, Jurnalis
Senin 13 Februari 2023 17:01 WIB
Benteng Amsterdam di Maluku (Foto: Instagram/@sandy_lenardo)
Share :

Secara umum kondisi benteng cukup terawat dan amat strategis menjadi salah satu rujukan wisata sejarah di Maluku.

Tak hanya itu pengunjung akan mendapatkan bonus menikmati keindahan Pantai Hila dengan laut yang tenang dan dari kejauhan akan terlihat Pulau Seram, tepat di depannya.

Benteng Amsterdam adalah saksi bagaimana komoditas rempah membuat bangsa Eropa menjadikan daerah ini sebagai tujuan menjalankan misi 3G, yaitu gold atau mencari kekayaan dengan berdagang, glory atau mencari kejayaan dengan memperluas daerah jajahan dan gospel atau penyebaran agama.

Setelah mengetahui Maluku sebagai kepulauan asal rempah yang merupakan komoditas mahal di Eropa, Portugis langsung ke Maluku.

Di Negeri Hila mereka mendirikan gudang sekaligus pertahanan sebagai perlindungan dari serangan masyarakat pribumi.

BACA JUGA: Pariwisata Bengkulu Mulai Menggeliat, Benteng Marlborough Jadi Primadona Wisatawan

(Foto: Instagram/@walidhasbi)

Namun lama kelamaan masyarakat Ambon merasa dirugikan oleh keserakahan Portugis memperoleh keuntungan atas rempah-rempah di Nusantara. Akhirnya hingga pengujung abad ke-16, rakyat Maluku melakukan perlawanan terhadap Portugis.

Situasi ini dimanfaatkan oleh Belanda untuk menarik hati masyarakat Maluku dan menjejakkan riwayatnya di tanah Maluku.

Ketika Pulau Ambon dikuasai oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 1605, secara otomatis kepemilikan bangunan ini menjadi milik VOC.

Masyarakat pun tidak puas hingga akhirnya berperang dengan VOC pada 1633, yang disebut dengan Perang Hitu II.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya