BANYAK orang saat merasa lehernya menjadi panik. Mereka takut jika mengalami kenaikan kolesterol.
dr. Tirta siap menjawa mengenai kecemasan para netizen yang kerap dipertanyakan kepada dr. Tirta mengenai gejala kolesterol naik.
Pertanyaan pertama adalah apakah nyeri leher selalu berhubungan dengan kolesterol tinggi?
Dengan tegas dr. Tirta menjawab tidak. Sebagian besar kenaikan kolesterol itu tidak menimbulkan gejala. Gejala yang bisa dijadikan patokan adalah tekanan darah yang baru bisa diketahui dengan cek ke laboratorium.
Gejala satu-satunya adalah apabila seseorang kerap merasakan nyeri kepala keseluruhan karena tensi atau tekanan darah yang sudah sangat tinggi.
“Kolesterol yang terlalu berlebihan itu akan menimbulkan timbulnya plug pada pembuluh darah, sehingga menimbulkan potensi tekanan darah yang akan naik dan mengganggu kinerja jantung serta suplai darah ke setiap organ tubuh,” jelas dr. Tirta.
BACA JUGA:3 Tanda Kolesterol Tinggi yang Bisa Terlihat di Kuku
Ia juga menambahkan bahwa rata-rata nyeri leher ditimbulkan karena salah posisi tidur, salah posisi menyetir, sehingga tegang dan kelelahan otot.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah olahraga yang dilakukan terus menerus akan meningkatkan pola tidur dan mengurangi stres? Dengan lantang, dr. Tirta menjawab dengan betul.
“Olahraga itu akan justru mengurangi rasa stres, meningkatkan rasa happy, dan meningkatkan kualitas tidur Anda. Sehingga Anda tidurnya itu bener-bener deep sleep. Betul, tidak salah. Kecuali olahraganya berlebihan. Contoh, orang-orang yang ultra tuh kan olahraganya berlebihan ya over ya karena kan mereka berlomba, itu tidurnya gak nyenyak coy, makanya rata-rata mereka power nap,” ujar dr. Tirta.
(Dyah Ratna Meta Novia)