Proses pembuatan kulit prostetik ini tidak jauh berbeda dengan teknik yang sudah ada yang menghasilkan lembaran kulit yang rata. Situs transplantasi pertama kali dipindai dengan laser 3D untuk membuat faksimili digital dari struktur tersebut.
Data itu dikerjakan melalui program CAD untuk menghasilkan kerangka gambar berongga dari embel-embel dan kemudian dicetak. Ini berfungsi sebagai perancah di mana sel kultur pasien akan tumbuh dengan sangat baik.
Itu dilapisi dengan fibroblas kulit dan kolagen kemudian ditutupi oleh lapisan luar keratinosit yang membentuk epidermis dan media pertumbuhan untuk memberi makan sel saat matang. Seluruh proses pemulihan membutuhkan sekitar tiga minggu.
Tapi perlu diingat bahwa metode cangkok kulit 3D ini baru sukses dilakukan pada tikus. Dan karakteristik kulit tikus berbeda jauh dengan kulit manusia. Jadi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut lagi hingga ini sukses dilakukan pada manusia.
(Dyah Ratna Meta Novia)