Studi: Junk Food Membajak Kemampuan Otak Mengontrol Asupan Makanan

Pradita Ananda, Jurnalis
Selasa 31 Januari 2023 07:00 WIB
makanan berlemak dan berkalori tinggi, (Foto: Freepik)
Share :

Hasilnya menunjukkan sel-sel astrosit yang mengontrol jalur kimiawi ke perut terganggu saat makanan berlemak dan mengandung gula itu dicerna. Jika terpapar makanan berlemak hanya dalam waktu singkat, misalnya tiga sampai empat hari, tidak mempengaruhi jalur antara otak dan perut.

Beda halnya dengan paparan makanan tinggi lemak dan tinggi kalori tersebut jika dalam jangka panjang, yakni 10 sampai 14 hari, ada penurunan reaksi astrosit serta kemampuan otak untuk mengatur asupan kalori.

"Asupan kalori sepertinya diatur dalam jangka pendek oleh astrosit," ujar Dr. Kirsteen Browning dari Penn State College of Medicine, sebagai penulis utama studi dalam rilis medianya.

BACA JUGA:Studi Klaim Rutin Minum Jus Apel Bantu Singkirkan Lemak di Perut
 
BACA JUGA:Studi: Remaja Kurang Tidur Berisiko 50 Persen Lebih Tinggi Kena Penyakit Kronis 

Pengaturan asupan kalori dalam jangka pendek oleh astrosit tersebut, diungkap Dr. Kirsteen inilah yang mengganggu pemberian sinyal ke perut dan menunda pengosongannya,

“Hal ini memicu jalur pensinyalan normal untuk mengontrol perut dan seiring waktu, astrosit sepertinya tidak peka terhadap makanan berlemak tinggi,” tambahnya.

Dari keterangan dr. Kristeen, sejauh ini tim peneliti belum mengetahui apakah hilangnya aktivitas astrosit tersebut jadi penyebab makan secara berlebihan atau sebagai respons terhadap makan berlebihan.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya