Ia merasa senang terhadap cara kerja WGS yang digunakan di Indonesia saat ini. Mengingat, virus yang memiliki penularan yang sangat cepat ini bisa lebih cepat juga terdeteksinya.
"Ini bukti sistem kita bagus, jadi kita bisa cepat tahu ada orang yang kena, dan kena varian baru yang paling advanced. Jadi saya senang," ujarnya.
Sementara itu, Pakar Kesehatan Prof Zubairi menjelaskan, varian kraken, pertama kali ditemukan di New York pada 2022 lalu.
Penyebaran kasusnya pun sudah masuk ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa dan Asia Tenggara. Sekarang sudah sampai Indonesia.
(Dyah Ratna Meta Novia)