Penurunan angka stunting ini terjadi selama masa pandemi Covid-19. Menkes Budi mengharapkan, penurunan angka stunting ini bisa juga terjadi di masa normal contohnya di tahun ini.
Tahun 2023 ini, penurunan kasus stunting diharapkan bisa lebih tajam lagi. Sehingga target penurunan stunting di angka 14 persen di 2024 bisa tercapai. Mengejar target penurunan stunting hingga 14 persen, ini artinya angka stunting harus turun 3,8 persen selama dua tahun berturut-turut.
Data Kemenkes mencatat, jika dilihat secara jumlah maka yang paling banyak penurunan angka stunting adalah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Banten.
Sebagai informasi, standard WHO terkait prevalensi stunting sendiri harus di angka kurang dari 20 persen. Masalah stunting sendiri, diungkap Jokowi bukan hanya semata tinggi badan anak yang kurang, tetapi juga berimbas pada rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, hingga munculnya penyakit-penyakit kronis.
(Rizky Pradita Ananda)