Banggai dan Luwu pernah disebutkan dalam kitab Negarakertagama, yang menunjukkan peran besi dari Luwu sudah penting di masa lalu.
Sejarawan, Anthony Reid mengungkapkan bahwa, kemungkinan Kerajaan Luwu Sulawesi Selatan mungkin jadi tempat peleburan logam, bagi kerajaan-kerajaan Bugis sekitar abad 14. Berkat besi yang disalurkan dari penduduk perbukitan menambangnya untuk kaum pedagang yang dari Jawa dan tempat-tempat lainnya.
Pada pertengahan abad ke-17, besi Luwu masih jadi ekspor utama dari Makassar ke Jawa, Bagian Timur. Besi yang lebih murah menurut Rey itu mulai masuk dan asalnya dari China dan Eropa.
Akan tetapi para pembuat keris di Jawa lebih suka besi dari Sulawesi, karena memiliki kandungan nikel yang tinggi.
(Foto: YouTube/@Pandi)
Hubungan politik ranjang
Arkeolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Iwan Sumantri menemukan bahwa Luwu adalah pemasok utama besi untuk Majapahit.
Dalam sejarah Luwu dinyatakan Simpurusiang yang memiliki putra bernama Anak Aji, putra Luwu ini mempersunting seorang putri dari Majapahit yang diketahui bernama Tamacinna.
Hubungan yang tercipta di antara keduanya ini disebut-sebut sebagai 'politik ranjang'. Adanya jejak di Sulawesi Selatan dengan Luwu, semakin dekat dengan keberadaan Manjopai di kawasan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Majapahit diperkirakan juga menyebar pengaruhnya hingga ke kawasan tersebut.
(Rizka Diputra)