TEKNOLOGI pengering cat kuku dengan sinar UV banyak digunakan, untuk mempermudah proses pemakaian cat kuku atau kuteks karena membuat cat kuku yang dipoles jadi lebih cepat kering secara merata.
Namun pengering cat kuku dengan sinar UV yang banyak digunakan di salon khas kuku, salon kecantikan, atau pun pemakaian pribadi di rumah ini, lewat suatu studi riset disebutkan punya hubungan dengan kerusakan DNA pada tangan.
Beberapa spektrum sinar UV diketahui bersifat karsinogenik. Namun, belum pernah ada penelitian tentang efek radiasi yang dipancarkannya pada sel mamalia.
Lain dengan tanning bed yang memakai sinar UV yang berbeda (280-400 nm) dan sudah terbukti menyebabkan kanker, perangkat pengering cat kuku (340-395 nm) diungkap Ludmil Alexandrov, profesor bioteknologi serta kedokteran seluler dan molekuler, sejauh ini diketahui hampir tak ada yang mempelajari perangkat tersebut, dan bagaimana pengaruhnya terhadap sel manusia di tingkat molekuler dan seluler.
"Jika Anda melihat cara alat perangkat ini disajikan, mereka dipasarkan sebagai alat yang aman, tanpa ada yang perlu dikhawatirkan," kata Ludmil yang juga bertindak sebagai penulis penelitian.
Namun, setelah memaparkan sel manusia dan tikus, keratinosit kulit manusia dewasa, fibroblas kulup manusia, dan fibroblas embrionik tikus ke sinar UV yang dipancarkan dari alat pengering cat kuku, peneliti mengidentifikasi adanya kerusakan mitokondria dan DNA serta kematian sel, dikutip IFL Science, Senin (23/12/2023)
Lewat penelitian tersebut, terlihat hanya dalam durasi waktu 20 menit di bawah lampu, mengakibatkan sekitar20 hingga 30 persen sel mati. Sementara sesi 20 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut, bisa mengakibatkan kematian sel antara 65-70 persen.