Kanker paru tidak hanya bisa dialami oleh orang yang sudah berumur lanjut alias lansia, tapi bisa menyerang siapa saja. Tapi memang, mengutip Healthline, Jumat (20/1/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh Fred Aleskerov, MD, 90 persen penyebab kanker paru-paru adalah imbas alias akibat dari kebiasaan merokok.
Pasalnya, merokok mampu merusak jaringan paru-paru sejak detik pertama menghirup asapnya. Begitu sel paru-paru rusak, organ paru mulai berperilaku tidak normal. Ini meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru-paru.
Maka dari itu, tak heran kanker paru-paru sel kecil hampir selalu dikaitkan dengan perokok berat. Saat seseorang sudah berhenti merokok, paru-parunya mungkin bisa sembuh daan alhasil bisa mengurangi risiko kanker paru-paru.
Selain rokok, risiko kanker paru-paru juga bisa meningkat ketika kita menghirup zat berbahaya, mulai dari zat radon (meningkatkan risiko kanker paru-paru menurut American Lung Association), asbes, arsenik, kadmium, kromiumnikel beberapa produk minyak bumi uranium.
BACA JUGA:Suami Tantri Kotak Idap Ambeien, Kenali Yuk 7 Penyebabnya!
BACA JUGA: Nano Riantiarno Sempat Berjuang Melawan Kanker Paru-Paru, Kenali 8 Gejalanya!
(Rizky Pradita Ananda)