Kondisi dinilai makin terkendali dengan indikator vaksinasi di 224 kampung yang berada di 23 distrik. Dengan dasar Permenkes Nomor 1501 Tahun 2010.
Sementara, untuk saat KLB campak hanya terjadi dengan kasus sebanyak 3.341 kasus di tahun 2022. Kemudian di 2023, kasus dinilai lebih terkendali dengan berdasarkan data ada 4 Provinsi yang melaporkan kasus campak, namun memang jumlahnya tidak disebutkan lebih detail oleh Kemenkes.
"Untuk kasus untuk 2023 kita agak bisa lebih mengendalikan dan menekan kasus dibandingkan pada 2022.
Dari keterangan dr. Prima, saat ini diketahui ada laporan kasus suspek campak. Statusnya masih berupa suspek, karena belum diperiksa di laboratorium.
“Kita harus confirm di labnya dulu, ini suspek sudah ada dari NTB, Sumatera Barat, Maluku Utara dan Papua," beber dr. Prima
(Rizky Pradita Ananda)