Namun, dokter kulit Marisa Garshick menyebutkan, kalau hanya melihat pada hasil studi penelitian ini, tidak bisa langsung dikatakan kalau memang keefektivitasan Botox jadi berkurang karena vaksin Covid-19.
Meskipun studi ini mungkin menunjukkan bahwa Botox bertahan dalam waktu yang lebih singkat, tapi penelitian ini terlalu kecil untuk menarik kesimpulan apa pun," kata dr. Marisa Garshick, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut saat diwawancara Glamour.
Sementara profesor dari New York University dan dokter kulit bersertifikat, dr. Shari Marchbein, menilai studi penelitian antara hubungan vaksin Covid-19 dengan suntik Botox ini sebetulnya sudah banyak dibicarakan di kalangan dokter kulit.
“Ini adalah studi yang menarik dan langkah pertama yang baik untuk mencoba mencari tahu lebih lanjut, karena banyak dokter kulit telah membicarakannya. Kami yang melakukan prosedur kosmetik tingkat tinggi ini telah melihat ini secara langsung. Nah, jika botox Anda tidak bekerja dengan baik, mungkin inilah alasannya,” kata dr. Shari kala diwawancara Allure.