MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak semua pihak bergotong-royong untuk mencapai target 7,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia pada 2023.
Sandiaga memastikan bahwa tersedia bagi wisman atau warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia karena sudah Ada visa on arrival elektronik atau e-VOA.
BACA JUGA:Libur Imlek 2023, Sandiaga Ajak Masyarakat Berwisata di dalam Negeri
Kemudian pelaku parekraf diminta tetap memperhatikan protokol CHSE yang mencakup kebersihan, kesehatan, keamanan, keselamatan dan keberlanjutan. Ini diyakini sebagai kunci utama menyambut wisatawan.
"Wisatawan harus nyaman dan menyenangkan, menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata unggulan," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Brief with Sandi Uno secara virtual, Senin (16/1/2023).
Target 7,4 juta wisman pada 2023 tentu saja lebih besar dari target pada tahun lalu, sehingga butuh kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapainya.
"Ini (jumlah target) dua kali lipat dari target tahun lalu, hanya bisa dicapai dengan kolaborasi," katanya.
BACA JUGA:Tren Liburan Tanpa Rencana di Indonesia Naik 14 Persen, Bali Jadi Destinasi Favorit
Sandiaga sudah meninjau langsung pelayanan e-VoA untuk WNA di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, untuk memastikan bisa terlayani cepat.
"Khususnya berkaitan dengan elektronik visa on arrival, akan semakin kita tingkatkan sosialisasinya," terangnya.
"Produk-produk baru seperti second home visa yang nanti akan memiliki turunan produk golden visa, special talent digital investor," tambahnya.
Ia melanjutkan, bagi para pelaku industri yang ingin berinvestasi, pemerintah akan memberikan karpet merah untuk perkembangan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Maju.
"Dan tentunya kita semua sepakat untuk melakukan monitoring dan evaluasi, bagaimana target pencapaian 7,4 juta wisman ini bisa tercapai," pungkasnya.
(Salman Mardira)