RAMMANG-Rammang sudah menjadi ikon pariwisata Sulawesi Selatan. Gugusan pegunungan kapur atau karts yang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros ini menyajikan pemangan yang sangat spektakuler.
Pegunungan Rammang-Rammang bagian dari kawasan Geopark Maros-Pangkep yang sudah masuk dalam UNESCO Global Geopark sejak 2022. Rammang-Rammang merupakan pegunungan karst terbesar ketiga di dunia, setelah China dan Vietnam.
BACA JUGA: Perjalanan Rammang-Rammang Menuju Ekowisata, Ini Sederet Faktanya
Rammang-Rammang berasal dari bahasa Bugis yang artinya awan atau kabut. Maklum kabut muncul setiap pagi terutama pada musim hujan di area pegunungan ini.
Pemandangan Rammang-Rammang sekilas mirip dengan karst di Krabi, Thailand. Yang berbeda adalah batuan karst di Maros berlokasi di tengah hamparan sawah dan Sungai Pute.
Untuk menikmati keindahan pegunungan karst ini, wisatawan bisa menggunakan jasa sewa perahu untuk menuju ke Kampung Berua. Harga sewa perahu bervariasi dan tergantung muatannya.
BACA JUGA:Sandiaga Uno dan Atta Halilintar Telusuri Wisata Karst Rammang-Rammang di Sulsel
Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disajikan pemandangan bukit-bukit karst yang menjulang tinggi nan kokoh. Serta tanaman bakau yang tumbuh di sepanjang sungai, membuat perjalanan semakin teduh dan asri.
Setibanya di kampung Berua, Anda akan dimanjakan dengan hamparan sawah berwarna hijau, serta pepohonan hijau yang tumbuh subur mengelilingi desa.