Sementara, hepatitis merupakan peradangan yang terjadi di organ hati karena infeksi virus yakni virus hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C , tiga yang paling umum dan virus hepatitis D serta E, dua jenis yang termasuk jarang, dilansir dari laman resmi NYU Langone Health.
Selain karena virus hepatitis, seseorang bisa juga mengidap hepatitis karena disebabkan oleh virus lain, obat-obatan tertentu, beberapa kondisi autoimun tertentu, dan penggunaan alkohol berat jangka panjang. Ketika virus hepatitis masuk ke aliran darah dan menyerang sel-sel hati, sistem kekebalan yang di dalam tubuh akan merespons untuk melawannya. Peradangan sementara adalah bagian dari respons ini.
(Apakah Hepatitis Sama dengan Penyakit Kuning? Simak Penjelasannya di Sini, Foto: Shutterstock)
Namun, jika peradangan berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun maka inilah yang akan merusak atau bahkan menghancurkan sel-sel organ hati.
Rusaknya organ hati, bisa mencegah tubuh memproses nutrisi penting dan membersihkan tubuh dari racun. Tanpa pengobatan, hepatitis virus bisa menyebabkan jaringan parut pada hati alias sirosis, yang mengganggu fungsi hati. Bahkan hepatitis B atau C yang tidak diobati, pada akhirnya juga bisa menyebabkan kanker hati.
(Rizky Pradita Ananda)