2. 19 November 2022, UPTD Puskesmas Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya melaporkan telah terjadi KLB keracunan pangan dengan jumlah kasus 23 orang, 1 kasus diantaranya dirujuk ke Rumah Sakit. Gejala timbul setelah mengkonsumsi jajanan jenis ciki ngebul.
3. 21 Desember 2022, UGD Rumah Sakit Haji Jakarta melaporkan menerima pasien anak laki-laki berumur 4,2 datang dengan keluhan nyeri perut hebat setelah mengkonsumsi jajanan jenis ciki ngebul.
Ciki ngebul merupakan jajanan yang banyak dijual dan dicari karena keunikannya. Saat dikonsumsi, ciki ngebul bisa mengeluarkan asap yang berasal dari nitrogen cair yang berada dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah.
Cairan nitrogen jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau, sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan. Sensasi keluarnya asap dari makanan inilah yang membuat ciki ngebul banyak menarik perhatian sekaligus digemari, terutama anak-anak.
BACA JUGA:Imbas 28 Anak Keracunan, Kemenkes Akhirnya Larang Ciki Ngebul
BACA JUGA:Bibir Sobek Akibat Lato-lato, Benarkah Mainan Viral Ini Berbahaya? Simak Kata Psikolog!
(Rizky Pradita Ananda)