Cek Faktor Risiko hingga Komplikasi Palpitasi Jantung, Kondisi yang Dialami Haechan NCT

Pradita Ananda, Jurnalis
Sabtu 07 Januari 2023 09:00 WIB
Palpitasi Jantung, (Foto: Freepik)
Share :

HAECHAN, lead vocalist dan lead dancer boygroup papan atas, NCT diberitakan harus beristirahat dan absen dari aktivitas keartisannya karena mengalami Palpitasi jantung.

SM Entertainment pada Jumat 6 Januari, merilis pernyataan resmi bahwa Haechan mengalami kondisi tak biasa pada jantungnya, mulai dari jantung berdebar-debar hingga dada sesak, sebagaimana dikutip dari Soompi.

Palpitasi jantung sendiri merupakan ketika kondisi jantung berdebar dengan debaran cepat dan terasa tak normal. Walau biasanya kondisi seperti ini tidak berbahaya, namun yang lebih serius, seperti detak jantung tidak teratur (aritmia), yang kemungkinan memerlukan palpitasi jantung bisa berkembang menjadi gejala kondisi jantung perawatan medis.

 

(Haechan NCT, Foto: Soompi)

Banyak faktor risiko di balik kondisi palpitasi jantung, secara medis ini meliputi stres, adanya gangguan kecemasan atau serangan panik, kehamilan, penggunaan obat-obatan tertentu yang mengandung stimulan, seperti obat flu atau asma, ada kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), hingga mengalami maslaah jantung lain yakni detak jantung tidak teratur, perubahan struktur jantung, pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, atau pernah dioperasi jantung.

Seperti yang sudah disinggung di atas, palpitasi jantung bisa berkembang jadi kondisi jantung yang lebih serius seperti komplikasi. Disebutkan lebih lanjut, palpitasi yang disebabkan oleh kondisi jantung, komplikasi yang mungkin terjadi antara lain;

1. Pingsan: Ketika jantung berdetak dengan cepat, tekanan darah bisa turun, menyebabkan seseorang bisa pingsan. Ini lebih mungkin terjadi pada kelompok orang yang memiliki masalah jantung, seperti penyakit jantung bawaan atau masalah katup (jantung) tertentu.

2. Gagal jantung: Komplikasi yang jarang terjadi, tapi memang palpitasi dapat disebabkan oleh masalah detak jantung yang mengancam jiwa dan bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak secara efektif.

 BACA JUGA:PPKM Dicabut, Ahli Kesehatan Ungkap Ini Faktor Penentunya!

BACA JUGA:Anak Muda yang Kena Penyakit Jantung 90% Perokok, Cowok Harus Baca!

3. Stroke: Komplikasi yang bisa dialami jika palpitasi disebabkan oleh suatu kondisi ruang atas jantung bergetar bukannya berdetak dengan benar (fibrilasi atrium). Sehingga darah jadi bisa menggenang dan menyebabkan gumpalan terbentuk. Jika gumpalan darah ini pecah, maka inilah yang bisa menyumbat arteri otak, menyebabkan stroke.

4. Gagal jantung: Aritmia tertentu dikatakan bisa mengurangi kemampuan memompa jantung dalam tubuh kita. Terkadang, mengendalikan laju aritmia yang menyebabkan gagal jantung dapat meningkatkan fungsi jantung. Demikian sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, Sabtu (7/1/2023). 

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya