“Dan kemudian ada kemampuan analisis genom. Inggris adalah salah satu negara terkemuka dalam hal itu. Konsepnya di sini adalah menggunakan fitur molekuler spesifik pada kanker individu pasien untuk menyandikannya ke dalam vaksin mRNA dan melatih sistem kekebalan untuk menyerang,” lanjutnya.
Beberapa pasien uji coba merupakan penderita kanker yang sebelumnya telah melakukan pengobatan, dan vaksin ini diharapkan akan mencegah penyakit kanker tersebut datang kembali.
Selain itu, uji coba juga akan dilakukan terhadap pasien kanker dengan stadium lanjut, sehingga uji coba vaksin ini diharapkan dapat membantu mengurangi dan mengendalikan gejala penyakit kanker tersebut.
Tidak seperti kemoterapi yang pengobatannya akan menyerang banyak sel kanker, pengobatan mRNA dibuat khusus untuk individu dan memberikan sistem kekebalan dengan potongan kode genetik dari kanker tertentu sehingga hanya dapat menyerang tumor.
Hal inilah yang membuatnya lebih mahal untuk diproduksi. Namun BioNTech memastikan bahwa pengobatan ini termasuk cukup terjangkau untuk sistem perawatan kesehatan para penderita kanker.
(Vivin Lizetha)