Kekerasan itu bisa berupa ibu remaja sulit tidur malam karena tidak bisa menangani bayi yang mungkin menangis sepanjang malam, mendapat tekanan dari banyak pihak di sekitarnya, pun keinginan untuk melanjutkan pendidikan namun terhalang tugas membesarkan anak.
Karena begitu banyak masalah yang dihadapi, tidak heran kasus baby blues pada ibu remaja sangat tinggi. Gejalanya bisa dikenali yaitu perubahan suasana hati yang tidak menentu pada si ibu remaja, kecemasan tiada henti, kesedihan, kewalahan, sulit berkonsentrasi, hingga sulit makan dan sulit tidur.
Masalah lain yang mungkin dialami ibu remaja adalah depresi. Ya, menjadi ibu remaja merupakan faktor risiko depresi. Jika ibu melahirkan sebelum 37 minggu atau mengalami komplikasi, risiko depresi dapat meningkat.
Depresi pascapersalinan sangat mungkin dialami ibu remaja. Gejalanya seperti:
1. Kesulitan menjalin ikatan dengan bayinya
2. Kelelahan luar biasa
3. Merasa tidak berharga
4. Kecemasan
5. Serangan panik
6. Berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya
7. Kesulitan menikmati aktivitas yang menjadi kesukaan sebelumnya
"Jika mengalami masalah tersebut, jangan ragu cari bantuan profesional. Penting untuk diingat bahwa masalah ini sejatinya banyak dialami wanita yang melahirkan, jadi Anda tidak sendirian," ungkap laporan tersebut.
(Vivin Lizetha)