PENYEBAB orang bisa hiperseks dan kenali ciri-cirinya menarik untuk dibahas. Hiperseks atau perilaku seksual kompulsif secara singkat bisa diartikan sebagai kondisi kecanduan terhadap seks.
Hiperseks sendiri merupakan kondisi yang sangat sulit dikontrol sehingga kerap mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami dorongan seksual yang meningkat secara tiba-tiba atau sering.
Berikut penyebab orang bisa hiperseks dan kenali ciri-cirinya dilansir dari Mayoclinic:
1. Bahan kimia dalam otak yang tidak seimbang
Otak manusia memiliki beberapa bahan kimia yang berfungsi dalam mengatur suasana hati, seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Jika bahan-bahan kimia di dalam otak tersebut tidak seimbang, kemungkinan menyebabkan seseorang mengalami perilaku seks kompulsif atau hiperseks.
2. Adanya perubahan jalur otak
Kecanduan seks kemungkinan bisa menyebabkan perubahan pada saraf otak, terutama pada bagian pusat penguatan otak. Hal ini menyebabkan rangsangan seksual yang lebih intensif diperlukan untuk mendapatkan kepuasan.
3. Kondisi otak
Sejumlah penyakit seperti epilepsi dan demensia menyebabkan kerusakan pada otak. Hal ini dinilai mampu mempengaruhi perilaku seksual seseorang. Bahkan seseorang yang tengah menjalani pengobatan penyakit Parkinson juga bisa terkena hiperseks.
4. Kemudahan akses konten seksual
Teknologi yang semakin maju membuat banyak orang mudah untuk mengakses berbagai media sosial atau situs internet. Karena inilah, tak dipungkiri jika seseorang bisa dengan mudah mengakses konten seksual yang membuat mereka kecanduan.
5. Masalah pribadi
Seseoang juga bisa lebih berisiko terkena hiperseks jika memiliki masalah pada penyalagunaan narkoba, kecanduan alkohol, kondisi mental yang tidak baik, konflik keluarga, atau adanya riwayat pelecehan fisik maupun seksual.
Laman Mayo Clinic juga menjelaskan mengenai ciri-ciri seseorang yang mengalami hiperseks. Penderita hiperseks biasanya memiliki dorongan seksualitas atau fantasi yang berulang seolah hal tersebut terjadi di luar kendali.
Fantasi seksual tersebut bisa berupa pornografi dan atau masturbasi kompulsif. Ketika melakukannya, penderita tidak akan merasa tertekan. Namun, setelahnya, mereka akan merasa malu dan menyesal.
Biasanya mereka melakukan hal tersebut sebaggai pelarian dari masalah mental lain, seperti depresi, kesepian, kecemasan, dan stres.
(RIN)
(Rani Hardjanti)