Menguak Alasan Kenapa Orang Sunda Tak Mau Dibilang Orang Jawa

Nur Afifah, Jurnalis
Jum'at 30 Desember 2022 14:00 WIB
Pertunjukan budaya Sunda Angklung Gubrak di Desa Mekarjaya, Bogor, Jawa Barat (Foto: Pemkab Bogor)
Share :

Selain itu, di dalam suku Sunda terdapat kelompok yang memiliki kepercayaan dalam membentuk fondasi dari apa yang kini disebut sebagai agama asli orang Sunda. Meskipun tidak diketahui secara pasti, kepercayaan yang dimaksud seperti apa, petunjuk yang terbaik dapat ditemukan dalam puisi-puisi epik kuno (Wawacan) dan di antara Suku Badui yang terpencil. Suku Baduy meyakini bahwa agama mereka disebut sebagai Sunda Wiwitan (Orang Sunda yang paling mula-mula).

Bukan hanya suku Badui yang hampir bebas sama sekali dari elemen-elemen Islam, tetapi Suku tersebut juga sedikit memperlihatkan karakteristik Hindu di dalamnya. Beberapa kata dalam bahasa Sansekerta dan Hindu yang berhubungan dengan mitos masih terdapat di dalamnya.

Dalam sebuah karya ilmiah, Robert Wessing mengutip beberapa sumber yang menunjukkan suku Sunda secara umum, "The Indian belief system did not totally diplace the indigenous beliefs, even at the court centers." Berdasarkan pada sistem tabu dan agama suku Baduy bersifat animistik.

Suku Baduy percaya bahwa di beberapa objek tidak bernyawa seperti pada batu-batu, pepohonan, sungai, dan objek tidak bernyawa lainnya terdapat roh-roh yang menghuni di dalamnya. Roh-roh tersebut melakukan berbagai hal baik hingga jahat, tergantung pada ketaatan seseorang kepada sistem tabu tersebut. Bahkan kepercayaan tabu ini digunakan dalam kehidupan sehari – harinya pada masyarakat Baduy.

 

3. Jati Diri

Jati diri yang dimiliki oleh Suku Sunda berbeda dengan suku lainnya. Hal tersebut yang menjadi alasan lain mengapa orang Sunda tidak mau disebut sebagai orang Jawa. Misalnya pada cara bicara, bahasa yang digunakan serta sifat yang dimiliki berbeda.

Etnis Sunda pada umumnya dikenal memiliki sifat yang humoris, lucu, ramah, sopan santun dan kreatif. Dan salah satu ciri khas yang menonjol yaitu suku Sunda tidak suka merantau dan hal ini sangat berbanding terbalik dengan Suku Jawa yang konon lebih suka merantau ke daerah – daerah tertentu.

Dalam lingkungan masyarakat maupun alam Tatar Pasundan sangatlah nyaman. Sehingga mereka tidak mudah betah jika hidup di lingkungan yang tak seperti suasana di wilayah Sunda dan juga sekitarnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya