Hidup Menjanda di Indonesia Terasa Berat, Ternyata Ini Alasannya

Cita Zenitha, Jurnalis
Senin 26 Desember 2022 04:45 WIB
Ilustrasi Janda (Foto: Pinterest/@Satellite)
Share :

BAGI sebagian wanita berstatus janda, kebebasan mungkin menjadi hal paling diidamkan. Ia tidak lagi terikat pada aturan ini-itu dan bisa lebih fokus mengasuh anak, jika memang memiliki anak dari mantan suami.

Akan tetapi, tahukah Anda jika hidup menjanda di Indonesia amatlah berat. Ya, masyarakat Indonesia seringkali memandang wanita berstatus janda dengan sebelah mata.

Seperti kita tahu bahwa wanita mendapat status janda lantaran bercerai atau ditinggal mati pasangannya. Ketimbang duda, status janda memiliki konotasi negatif di Indonesia. Padahal tidak ada satu wanitapun yang ingin menjanda, kecuali benar-benar terpaksa.

Budaya patriarki yang mengakar di Indonesia menempatkan wanita sebagai objek bersalah. Janda dilabeli sebagai wanita yang tidak mampu memuaskan suami. Masyarakat menilai janda sebagai wanita lemah dan tidak terhormat.

BACA JUGA: Menguak Alasan Kenapa Janda Dapat Bertahan Hidup Lebih Lama ketimbang Duda

Itu bukanlah satu-satunya alasan mengapa menjadi janda sangat berat di Indonesia. Berikut adalah alasan kenapa hidup menjanda di Indonesia itu terasa berat.

Janda melewati masa-masa sulit setelah berpisah dari pasangan. Tak hanya mengalami trauma atau duka, janda juga harus menghadapi diskriminasi dan ketidakmapanan ekonomi. Pada beberapa kasus, janda tak memiliki hak waris yang sama setelah berpisah.

Wanita dengan status janda sangat kecil kemungkinan memiliki akses pensiun. Sehingga, kematian pasangan membuat janda mengalami kemerosotan ekonomi. Beberapa daerah bahkan melebeli janda sebagai pembawa sial.

Kondisi seorang janda menjadi sangat berat ketika masyarakat mulai mendikte mereka. Janda menjadi bahan gossip mulai dari yang mereka kenakan dan lakukan. Bentuk gunjingan seperti ini menambah stigma negatif tentang janda di tengah masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) janda memiliki arti wanita yang tidak bersuami lagi karena bercerai ataupun karena ditinggal mati suaminya.

Istilah janda dalam KBBI merupakan ungkapan netral. Sampai masyarakat secara tidak langsung menekankan wanita harus memiliki pasangan.

Sehingga wanita yang berpisah dari suaminya dinilai sebagai janda genit atau pelakor. Konotasi negatif terus dialamatkan kepada wanita berstatus janda.

Beban seorang janda bertambah saat mereka memiliki anak. Mereka harus berperan sebagai ayah, ibu, dan seorang manusia biasa. Peran dan beban ganda yang mereka pikul menimbulkan ketidakadilan.

Tak hanya kesulitan secara fisik, tetapi juga batin. Mereka berada dalam posisi ketimpangan menempatkan posisi sebagai ibu rumah tangga dan pekerja.

Alasan kenapa jadi janda di Indonesia berat karena stigma buruk lingkungan sosial. Banyak lagu, film, dan sinetron yang mengisahkan betapa buruknya citra seorang janda.

Berbeda dengan laki-laki duda yang memiliki peran lebih kuat. Perempuan janda mendapat tuntutan harus bergantung pada laki-laki. Jika stigma ini terus berkembang, maka berakhirlah hidup janda. Bagaimana menurut Anda?

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya