Momen tersebut jatuh setiap tanggal 25 Maret. Jadi, jika dihitung sembilan bulan kemudian maka jatuh di tanggal 25 Desember.
Sedangkan, pertimbangan lainnya mengapa tanggal 25 Desember dipilih sebagai hari perayaan Natal adalah karena dalam tradisi Romawi tanggal tersebut telah digunakan sebagai hari perayaan Dewa Matahari.
(Foto: Freepik)
Di mana secara Kristiani, Dewa Matahari dipahami sebagai Yesus Kristus 'Sang Matahari Keadilan'.
Demikian penjelasan mengenai alasan mengapa umat Katolik belum boleh merayakan Natal sebelum tanggal 25. Semoga menambah wawasan Anda ya Okezoners.
(Rizka Diputra)