Ia menegaskan, setiap masyarakat harus tetap awas dan mawas diri untuk melakukan protokol kesehatan, karena jadi bagian sangat penting dalam beraktivitas sehari-hari.
“Apa pun statusnya, pemikiran kita ya tetap harus waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan ini secara aktif,” lanjutnya.
Jika mengalami gejala atau kontak dekat dengan pasien positif, diharapkan untuk berinisiatif melakukan tes swab dan langsung isolasi mandiri (isoman).
“Walau memang tidak tidak disediakan fasilitasi oleh pemerintah seperti dulu, tapi minimal kita bisa melakukan screening dengan sadar diri kita melakukan tracing dan isoman. Gitu saja," tandas dr. Retno.
Sebagai informasi, seiring dengan masa libur Nataru, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyediakan 14.641 sarana kesehatan di jalur mudik Nataru sebagai kesiapsiagaan sektor kesehatan, serta upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Covid-19.
BACA JUGA:WHO Cemaskan China Kesulitan Menghitung Data Covid-19 akibat Lonjakan Kasus
BACA JUGA:Covid-19 Ngegas Lagi, Warga New York Didesak Kembali Pakai Masker
(Rizky Pradita Ananda)