Sehingga wanita yang berpisah dari suaminya dinilai sebagai janda genit atau pelakor. Konotasi negatif terus dialamatkan kepada wanita berstatus janda.
Beban seorang janda bertambah saat mereka memiliki anak. Mereka harus berperan sebagai ayah, ibu, dan seorang manusia biasa. Peran dan beban ganda yang mereka pikul menimbulkan ketidakadilan.
Tidak hanya kesulitan secara fisik, tetapi juga batin. Mereka berada dalam posisi ketimpangan menempatkan posisi sebagai ibu rumah tangga dan pekerja.
Alasan kenapa jadi janda di Indonesia berat karena stigma buruk lingkungan sosial. Banyak lagu, film, dan sinetron yang mengisahkan betapa buruknya citra janda.
Berbeda dengan laki-laki duda yang memiliki peran lebih kuat. Perempuan janda mendapat tuntutan harus bergantung pada laki-laki. Jika stigma ini terus berkembang, maka berakhirlah hidup janda.
(Salman Mardira)