SECARA umum genetika dikenal sebagai ilmu yang mempelajari gen dan segala aspeknya. Dalam bidang kesehatan, gen bisa dicek dengan istilah genomik.
Tes genomik dinilai masih tabu di tengah masyarakat Indonesia, padahal memiliki manfaat yang mampu memecahkan permasalahan kesehatan. Ada dua di antara tes genomik untuk variasi gen di bidang kesehatan ialah nutrigenomic (nutrigenomik) dan pharmacogenomic.
Nutrigenomic adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara faktor genetik dengan nutrisi yang memiliki komposisi spesifik, dan mampu menginduksi ekspresi gen dalam tubuh. Sementara pharmacogenomic, disebut studi peran genom dalam respons obat dan menganalisis susunan genetik seseorang mempengaruhi respons mereka terhadap obat.
Dijelaskan dr. Ida Gunawan, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia DKI Jakarta, hasil nutrigenomik akan dituangkan dalam bentuk report, yang terdiri dari tiga kategori yaitu pola makan (diet), olahraga (sports) dan metabolisme nutrisi.
Sisi pola makan (diet) merupakan pemeriksaan genetik fokus pada risiko penyakit obesitas, dengan mengetahui profil genetik terhadap nutrisi-nutrisi, seperti gula/karbohidrat, protein, serta lemak. Kemudian, sisi olahraga (sport) merupakan pemeriksaan genetik fokus pada tipe olahraga yang paling sesuai dengan tubuh pasien, yakni tipe endurance, power and strength, ataupun balance.
(Vivin Lizetha)