NATAL umumnya dirayakan saat musim dingin dengan nuansa putih salju. Namun, ternyata ada beberapa negara yang justru merayakan Natal di musim panas. Pasalnya, posisi negara tersebut yang berada di sisi selatan bumi membuat mereka justru harus merasakan musim panas saat Natal.
Meski begitu, Anda bisa menjadikan negara-negara tersebut sebagai destinasi untuk merayakan Natal di musim panas.
Nah, berikut beberapa negara di dunia yang merayakan Natal di musim panas sebagaimana dikutip dari India.com.
BACA JUGA:5 Tradisi Unik Perayaan Natal di Argentina, Unik dan Meriah!
1. Australia
Australia merupakan salah satu negara bagian bumi selatan yang artinya, musim dinginnya terjadi pada bulan Juni-Juli, sedangkan Desember-Januari merupakan puncak musim panas.
Di Negeri Kangguru ini, perayaan Natal pada tanggal 25 Desember dilakukan di luar ruangan karena cuaca yang cerah, sehingga orang-orang mayoritas tampil dengan busana atau gaun musim panas untuk menikmati hari libur.
Ilustrasi Natal
Karena Australia juga memiliki sejumlah pantai, banyak yang pergi ke pantai untuk berjemur atau berselancar. Anda bahkan akan menemukan Sinterklas di beberapa pantai yang memberikan hiburan kepada anak-anak. Banyak acara luar ruangan juga diselenggarakan bagi orang-orang untuk berkumpul dan merayakan festival.
2. Selandia Baru
Karena Selandia Baru adalah negara tetangga Australia, Natal di sini juga jatuh pada musim panas. Pada perayaan Natal di negara ini, banyak yang lebih suka pergi ke pantai dan berkemah di sana untuk merayakan festival, dan ada juga yang sekedar melalukan perayaan di rumah.
BACA JUGA:Catat, Puncak Arus Mudik Natal di Bandara Hasanuddin Diprediksi H-2
Di kota-kota besar Selandia Baru, Layanan Carol dan parade berlangsung di mana-mana, di mana Anda juga dapat melihat Sinterklas. Selandia Baru memiliki lagu-lagu Natalnya sendiri dan orang-orang menyanyikannya di banyak tempat. Orang-orang berkumpul sebelum makan siang untuk membuka hadiah Natal bersama.
3. Bolivia
Bolivia adalah sebuah negara di Amerika Selatan. Karena lokasinya ini. perayaan Natal juga terjadi di musim panas. Kebanyakan orang di sini adalah orang Kristen dan mereka merayakan festival hingga 6 Januari yaitu Epiphany.
Banyak yang bahkan bertukar hadiah selama waktu ini, bukan pada tanggal 25 Desember. Pohon Natal tidak terlalu umum di Bolivia, tetapi orang sering membuat kerupuk setelah misa tengah malam.
4. Afrika Selatan
Afrika Selatan juga berada di belahan bumi selatan sehingga perayaan Natalnya juga jatuh pada musim panas. Nyanyian Carol adalah bagian besar dari perayaan dan begitu juga pesta Natal.
Pohon cemara digunakan untuk hiasan di luar rumah dan anak-anak meninggalkan kaus kaki untuk mendapatkan hadiah dari Sinterklas. Menjadi musim panas, bunga bermekaran dan orang suka berada di luar jika tidak terlalu panas.
5. Argentina
Cuaca hangat juga menyambut Natal di Argentina. Pohon apa pun dihias sebagai pohon Natal di sini dan orang sering meletakkan bola kapas untuk menggambarkan hujan salju karena tidak turun salju sepanjang tahun ini.
Argentina memiliki populasi Katolik yang besar. Karena itu, kebanyakan orang pergi menghadiri misa tengah malam. Beberapa orang juga mengikuti tradisi tetap terjaga pada malam Natal untuk sekedar berbincang dengan teman dan keluarga, kemudian tidur hampir sepanjang hari.
6. Madagaskar
Sebuah pulau di Afrika, Madagaskar adalah salah satu tempat lain yang juga mengalami Natal di musim panas. Meski begitu, orang membuatnya terlihat seperti musim dingin dengan dekorasi mereka yang mencakup holly, salju, burung robin, dan lainnya.
Mereka umumnya merayakan Natal dengan pergi ke gereja, menikmati waktu bersama keluarga dan menyantap santapan Natal. Ada juga pertunjukan kecil oleh anak-anak di gereja dan orang saling bertukar hadiah kecil.
Gereja juga membagikan permen kepada orang-orang untuk perayaan itu.
Oh ya, beberapa negara di atas yang tidak merasakan Natal di musim dingin bahkan mengadakan beberapa acara Natal di bulan Juli, di mana negara-negara tersebut telah memasuki musim dingin. Tujuannya tak lain hanya untuk mendapatkan pengalaman Natal musim dingin seperti negara lain.
(Salman Mardira)