Mengingat, sebetulnya orang yang dari luaran tampak sehat, sebetulnya bisa memiliki sifat sebagai pembawa (carrier) penyakit, yang dapat berbahaya terhadap keturunannya.
Selain pre-marital check up, idealnya pasangan suami istri juga melakoni prenatal screening, tes yang dilakukan saat hamil atau selama kehamilan, untuk menentukan apakah bayi cenderung memiliki kelainan atau cacat lahir tertentu.
“Di luar negeri sih sudah lazim ada pre-marital dan prenatal screening yang sudah punya anak mau punya anak lagi. Bayinya screening seperti itu, jadi memang itu upaya pencegahan,” pungkas Drh. Safarina.
(Dyah Ratna Meta Novia)