“Paling penting saat ini adalah transformasi layanan primer, yang menjadi fokus yakni pada revitalisasi posyandu dan puskesmas. Semoga program revitalisasi posyandu, dan puskesmas yang tujuannya menjaga agar masyarakat hidup sehat bisa kita realisasikan,” sambung Menkes Budi.
Sebagai informasi, belum lama ini Kemenkes mengumumkan rencana program revitalisasi ratusan ribu Posyandu di Indonesia. Dalam praktiknya, Kementerian Kesehatan menjalin kerja sama dengan PBNU dalam mengampanyekan gerakan promotif dan preventif layanan kesehatan primer, kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat NU dan revitalisasi posyandu.
Menurut keterangan Menkes Budi di acara PBNU Jakarta belum lama ini, total posyandu akan direvitalisasi sekitar 300 ribu di seluruh Indonesia yang anggarannya untuk layanan primer promontif dan preventif dengan nilai di atas Rp20Triliun.
BACA JUGA:Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Ombudsman Desak Menkes dan Kepala BPOM Tanggung Jawab
BACA JUGA:Terdampak Pandemi, Kemenkes Segera Reaktivasi Posyandu di Seluruh Indonesia
(Rizky Pradita Ananda)